Wednesday, August 30, 2017

I Proud to Be Muslim

            Salah satu kebiasaan yang penting untuk dilakukan adalah mendengarkan ceramah-ceramah dari berbagai  sumber. Salah satu rekomendasi tokoh Islam yang materinya bagus dan sederhana adalah Ustadzah Aminah Assilmi. Namun, beliau sudah meninggal terlebih dahulu mendahului kita, kira-kira pada tahun 2010 akibat kecelakaan. Kita doakan semoga beliau khusnul khotimah dan ilmu yang beliau sampaikan bisa menjadi amal jariyah beliau di akhirat. Aamiin.

            Aminah Assilmi adalah seorang muallaf yang kemudian sering berbagi ilmu kepada masyarakat di sana, Amerika Serikat. Salah satu perkataan beliau yang sangat menyentuh hati adalah ketika beliau menyampaikan betapa pentingnya seorang muslimah menutup aurat dan memakai pakaian muslimah. Beliau berkata bahwa, “I Proud to be Muslim! I know the power of Allah! The Power of Islam!”

Monday, August 28, 2017

PERLUKAH ADAB DALAM KEHIDUPAN DI SEKOLAH?



Beberapa waktu yang lalu, saya membaca sebuah artikel di thisisgender.com situs yang menyediakan berbagai artikel-artikel terkait dengan gender dan topik yang menarik terkait dengan Islam. Ada sebuah pertanyaan yang di angkat dalam artikel tersebut. Pertanyaannya adalah PERLUKAH SISTEM PENDIDIKAN YANG MELAHIRKAN ADAB? 

Sebelumnya, mungkin ada yang bertanya. Adab itu apa si? Sama gak dengan karakter? 

Pada saat saya kuliah, ada salah satu tokoh intelektual Islam yang pernah membuat sebuah buku tentang adab. Beliau adalah Prof. Naquib al-Attas, seorang tokoh intelektual Islam yang berasal dari Malaysia. Rujukan skripsi saya, saya ambil dari referensi buku beliau.

Saturday, August 26, 2017

Kobar Mini Competition!

Dalam rangka 1 tahun Komunitas Baca Bersama (KOBAR) tepat pada tanggal 24 Agustus 2017 kemarin, KOBAR mengadakan mini kompetisi menulis cerita pendek dengan tema “Bebas Menulis, Bebas Berkarya”
 
Syarat dan ketentuan dalam mini kompetisi ini adalah sebagai berikut:
    1. Lomba Terbuka bagi WNI berusia 15 tahun ke atas
    2. Tema Cerpen : Bebas
    3. Genre Naskah : Bebas
    4. Tidak mengandung SARA dan Pornografi
    5. Naskah merupakan karya asli, bukan saduran / jiplakan
    6. Naskah belum pernah dipublikasikan dan diikutsertakan dalam lomba apapun
    7. Panjang naskah : 5 – 10 halaman A4, diketik dengan font times new roman, Font: 12pt, spasi 1,5
    8. Satu peserta boleh mengirimkan 2 naskah cerpen
    9. Naskah dikirim dalam bentuk softfile, dicantumkan identitas lengkap penulis di halaman pertama naskah (bukan termasuk panjang naskah)
    10. Dikirim ke email : trimeilestari@gmail.com paling lambat 16 september 2017
    11. Pengumuman pemenang akan di umumkan melalui website dan instagram kobar pada hari jumat, tanggal 22 September 2017
    12. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

Yuk, ikuti dan ramaikan kompetisi ini!

kompetisi ini terbuka untuk UMUM, dan GRATIS!

Naskah yang nantinya akan terkumpul, akan dibukukan dan keuntungan dari penjualan akan disalurkan untuk kegiatan literasi dan kegiatan-kegiatan yang lain dari Komunitas Baca Bersama!
Kontribusi yang anda berikan sangat berarti dalam mendukung pembangunan karakter bangsa!


Sumber : https://kobarofficial.wordpress.com/2017/08/24/kobar-mini-competition/ 

Friday, August 18, 2017

Kisi Kisi UH 1 Kelas X MIPA 1-4

Referensi untuk UH 1
1. Buku Paket PAI kelas X (ijo) dan buku paket yang lain (melengkapi)
2. Al Qur'an
3. Hadits
4. Buku catatan kalian

Berikut kisi kisinya

. Materi yang akan menjadi topik utama untuk Ulangan harian 1 ibu mengambil dari Bab 1 terkait Asmaul Husna, kemudian, dari materi tersebut masih ada kaitannya dengan Iman kepada Allah. Materi ini akan sedikit melengkapi ulangan harian 1
. materi tentang iman kepada Allah
. Asmaul Husna (7 asmaul husna)
. Hikmah, Manfaat, penerapan dalam kehidupan sehari hari, dll
. Ayat & Hadits ttg  Asmaul Husna
. Kandungan
. Tajwid : Makhrojul Huruf, Idhar, dan Mad Thobi'i
.
Selamat belajar
semoga sukses

Tuesday, May 2, 2017

Cara Belajar Fethullah Gulen

Islam adalah agama yang Haq, rahmat seluruh alam. Di segala aspek, Islam mengatur akan hal tersebut. Banyak literatur-literatur Islam yang membahas tentang kehidupan manusia. Mulai dari segi kesehatan, kebersihan, ekonomi, politik, bahkan ke ranah-ranah yang lain. Oleh sebab itu, perlu kiranya, kita sebagai umat Islam membaca hasil karya para ulama pada zaman-zaman terdahulu. 

Ulama adalah salah satu teladan yang baik untuk kita dalam menuntut ilmu.
Hal yang bisa kita teladani dari para ulama salah satunya adalah cara belajar mereka. Bagaimana mereka belajar? apa saja buku atau kitab yang mereka pelajari?

Di thread ini, saya akan membagi cara belajar dari Fethullah Gulen 
Cara belajar beliau diambil dari dua kelompok karya ini:
Dua Kelompok:
  1. Karya-karya yang berhubungan dengan ilmu tata bahasa arab dan balaghah
  2. Karya-karya yang berisi tentang ilmu-ilmu keislaman dari berbagai cabang

Berikut list kitab yang beliau pelajari:
Kitab:
Tata bahasa      : Amsila, Bina, Maqsud, Izzi, dan Al-Maroh
Bidang Nahwu : Awamil, Izhar, Kafiya, Molla Jami
Fiqh                     : Kitab Multaqa al Abhur,
Ushul Fiqh        : Mir'atu'l Usul'u
Ilmu Balaghah : Talhis, Muhtasaru'l Ma'ani, dan Majma'ul Mutun
Ilmu Kalam      : Bad'u'l Amali Tawali'ul Anwari Karya kadi Beyzawi

Tafsir               : Jalalain dan Anwar al Tanzil 

Ilmu Logika   : Mughni al Thullab

Cara beliau dalam belajar adalah sebagai berikut : 
1.   Beliau belajar dengan menghafal
2.   Kemudian membuat rangkuman 
3. Menjelaskan pemahamannya tentang pelajaran tersebut kepada murid-muridnya.

Friday, March 24, 2017

Friday, March 17, 2017

INGET ALLAH

Hari ini, saya akan mulai dengan tulisan ini. Saya sudah jarang sekali bercerita. Mungkin ini mengawali lagi tulisan saya yang notebenenya stories.

Sepanjang perjalanan, ketika naik motor menuju tujuan. Baik itu tujuan ketika hendak bekerja ataupun tujuan hidup (eaa). Saya selalu berpikir. Apapun. Topik apapun. Bahkan ngomong sendiri, jawab sendiri. Semua itu bukan karena saya gila! Tapi itu refleks saja.. hehe
Banyak hal yang saya pikirkan, dari mulai dosa saya, kesalahan saya yang belum saya refleksi atau muhasabah, dan lain sebagainya. Bahkan masalah politik pendidikan saya pikirkan. (duh.. berat temenn)

Oke,, mulai dari keseharian saja. Banyak hal yang sudah terjadi selama hampir 25 tahun ini. Kesedihan, kebahagiaan, keterpurukan, kekesalan, dan kegalauan sudah terjadi.
Kenapa? Terus bagaimana menyikapi ini? Bingung! Terkadang juga masalah dari luar / influences from outside menjadi sasaran berpikir.

Tiba tiba ada yang bisikin .. Payah ah..! giitu aja dipikirin! Santai bro! (kira2 itu siapa? Setan pasti ya)

Duh, pemikiran kayak gini nih yang kudu di evaluasi. Gak dipikirin gimana? Allah aja nyuruh kita muhasabah terhadap apa yang sudah terjadi. Bukan berarti kita terpuruk dan menyesal atas apa yang sudah terjadi. NO! tapi kita coba untuk mencari jawaban disetiap permasalahan. Apa yang harus kita lakukan terhadap itu.

Guys! Muhasabah itu perlu, karena muhasabah atau evaluasi diri itu menjadikan kita lebih dekat kepada Allah. Menjadikan kita lebih rendah hati.

Ada salah satu cara yang mungkin bisa saya bagikan kepada sahabat semua. Bagaimana caranya kita menghadapi dosa yang telah kita lakukan dan tidak ingin kita lakukan lagi?
Ada satu hal yang In shaa Allah berguna. Yaitu, apapun yang kita lakukan, semua hal, tetap satu! Inget Allah!

Coba, kalau kita berbuat baik, dan tujuannya karena Allah. Lega rasanya kan! Gak usah nyari nyari bala bala buat kasih sanjungan ke kita. Gak usah lagi pikirin, orang orang pada liat kebaikan kita gak! Capek bru! Intinya semua yang kita lakukan karena ALLAH. Titik.

Terus,.. kalau kita lagi atau akan atau mau berbuat dosa, misalkan pacaran/ nyontek, INGET ALLAH! Allah mengawasi, malaikat mengawasi. Akhirnya gak jadi berbuat dosa.. nggak jadi maksiat. Gak jadi kan!?

Lain hal lagi,, lagi sendirian di kamar. Orang tua gak ada.. kita iseng iseng buka situs-situs bermasalah! Langsung cepet cepet inget Allah! Akhirnya gak jadi buka situs dan kita terselamatkan dari dosa!

Tambahan: Inget.. pahala kita bisa hangus, gara gara aktivitas kita yang salah / dilarang agama ketika kita sendirian. Jadi kudu bener-bener hati-hati ketika kita lagi sendirian / di tempat sepi.

Apapun yang terjadi, tetap inget Allah. Saya masih berusaha untuk lebih baik, dan semoga kamu yang baca ini juga bersama-sama muhasabah dan tetap inget Allah di setiap kondisi.

Kemarin, atas kelakuan salah kita, jangan menjadikan kita semakin minder, tapi semakin bersemangat untuk kembali ke jalan yang lurus.
 yuk taubat! Istighfar.. Allah masih buka pintu taubat kok! Yang penting kita bener2 taubat dan tidak mengulangi lagi.
Setiap manusia itu punya masa lalu. Dan mungkin di masa lalu itu, banyak dosa-dosa besar / kecil yang sudah kita lakukan. Jadi jangan ngerasa kita udah gak diterima taubatnya, kita gak akan di ampuni dosanya.

Jangan khawatir.. don’t worry

Allah itu maha pengampun! (Kecuali dosa syirik)

۞قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٥٣

53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 Q.S Az Zumar ayat 53

[1314] Dalam hubungan ini Lihat surat An Nisa ayat 48

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا ٤٨

48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.



Yuk Guys.. tetap semangat menjadi lebih baik!


Friday, March 3, 2017

Allah Selalu Mengawasi


Detik demi detik.. kita menjalani kehidupan ini.. di dunia.. dengan berbagai problema kehidupan. Dan masing-masing manusia, memiliki masalahnya sendiri sendiri. Memiliki kehidupannya sendiri-sendiri. Memiliki rizkinya sendiri-sendiri. Allah sudah memberikan kadarnya. Maka dari itu, Allah melarang hamba-Nya untuk iri, untuk dengki dengan kebahagiaan orang bahkan untuk senang dengan kesedihan orang. 

Tuesday, January 24, 2017

Istimewah

Tulisan by ust. Akmal sjafril
assalaamu’alaikum wr. wb.
Tidak ada yang istimewa dari orang-orang yang menganggap dirinya istimewa. Pada dasarnya setiap orang ingin menjadi individu yang istimewa, hanya saja tidak semua orang paham bagaimana harus mewujudkannya. Sebagian besar di antara mereka justru melakukan hal-hal yang kontraproduktif. Ya, sebagian besar manusia! Sebab, bukankah yang istimewa itu pastilah minoritas?

Thursday, January 19, 2017

Kenapa Selalu Telat?

sumber gambar     

Bagi para pelajar, pekerja kantoran, atau pegawai biasanya mempunyai jam kerja yang jelas. Dari mulai pagi sekitar jam 07.00 sampai menjelang sore hari. Hampir separuhnya mereka habiskan waktu di tempat kerja atau sekolah. Nah, dari masing-masing profesi dituntut untuk bangun pagi apalagi yang juga melaksanakan shalat subuh atau tahajud. Maka, untuk jam bangunnya juga lebih pagi.

Sunday, January 15, 2017

Kontribusikan!

Sumber Gambar
Menulis adalah sebuah kegiatan yang mengasyikkan. Ada beberapa media yang bisa digunakan untuk menulis. Diantaranya adalah blog. Nah, disini kami memberikan tempat bagi teman-teman semua yang ingin menyalurkan hobi menulisnya.
Tulisan yang anda kirim akan kami posting di blog ini:
Caranya bagaimana?
1. Siapkan tulisan anda di microsoft word
2. Temanya bebas kok
3. Kirim tulisannya ke email saya: trimeilestari@gmail.com dengan subject: Setor Tulisanku
4. Selesai!

Ayo! kontribusikan tulisan anda di blog kami!

Tuesday, January 10, 2017

Kenapa Harus Belajar Fiqh?

📚📚 *FIKIH* 📚📚

Kenapa harus mempelajari *Ilmu Fikih..??*

*Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:*

ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻟِﻴَﻨْﻔِﺮُﻭﺍ ﻛَﺎﻓَّﺔً ﻓَﻠَﻮْﻟَﺎ ﻧَﻔَﺮَ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻓِﺮْﻗَﺔٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻃَﺎﺋِﻔَﺔٌ ﻟِﻴَﺘَﻔَﻘَّﻬُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻭَﻟِﻴُﻨْﺬِﺭُﻭﺍ ﻗَﻮْﻣَﻬُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺟَﻌُﻮﺍ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺤْﺬَﺭُﻭﻥَ

“Tidak sepatutnya bagi mu'minin itu pergi semuanya . Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk *memperdalam pengetahuan mereka tentang agama* dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (At-Taubah : 122)

*Rasululloh shollallahu 'alaihi wa sallam bersaba:*

ﻣَﻦْ ﻳُﺮِﺩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻪِ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻳُﻔَﻘِّﻬْﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ

“Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan *pemahaman agama* kepadanya.” 
(Mutafaqqun ‘Alaih)

*Imam Asy Syafi’i Rahimahulloh berkata:*

ﻛُﻞُّ ﺍﻟْﻌُﻠُﻮْﻡِ ﺳِﻮَﻯ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣُﺸْﻐِﻠَﺔٌ ﺇِﻻَّ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚَ ﻭَ ﻋِﻠْﻢَ ﺍﻟْﻔِﻘْﻪِ ﻗِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ
ﺍَﻟْﻌِﻠْﻢُ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻴْﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻭَ ﻣَﺎ ﺳِﻮَﻯ ﺫَﺍﻙَ ﻭَﺳْﻮَﺱُ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴْﻦَ

"Setiap ilmu selain Al Qur-an akan menyibukkan, kecuali ilmu hadits dan fiqih. Ilmu adalah sesuatu yang di dalamnya terdapat ungkapan ‘Haddatsana’ (yaitu ilmu yang berdasar kepada wahyu). Adapun ilmu selainnya, hal itu hanyalah bisikan syaithan semata". 
(Diwan al Imam asy Syafi’i , Dar al Kutub al ’Ilmiyah)

🌹🌹Saudaraku🌹🌹
Ilmu fikih merupakan penerang bagi kita untuk mengetahui hukum-hukum syariat yang diperoleh dari dalil-dalil syara’ yang terperinci.
Dengan ilmu fikih kita bisa mengetahui halal dan haram serta sah atau tidak amal ibadah.

Secara bahasa, fikih (al-fiqh ) artinya al-fahmu (pemahaman).
Kata al-fiqh secara bahasa juga berarti pemahaman yang mendalam/mendetail.
Secara istilah, al-fiqh (ilmu fikih) adalah ilmu tentang hukum-hukum syariat yang bersifat ‘amali (membahas amalan ibadah anggota badan), yang disarikan dari dalil-dalil yang terperinci. Jadi, ilmu fikih membahas hukum syar’i , seperti hukum taklifi (yang berkaitan dengan hukum beban syariat: haram, makruh, mubah, mustahab, dan wajib) dan hukum wadh’i (yang bersifat penetapan/hukum positif, seperti sah atau rusaknya suatu amal, syarat atau sebab, atau pencegah suatu amalan).

🌷🌷 Kenapa kita mempelajari *kitab fikih Bulughul Marom..?* 🌷🌷

Kitab Bulughul Marom atau lengkapnya Bulughul Marom Min Adillatil Akhkam yang berarti *sampainya yang menginginkan kepada yang diinginkannya dari dalil-dalil hukum-hukum* 
Dikarang oleh Ahmad bin Ali bin Muhammad Al-Kinani Al-'Asqalani, Abu Al-Fadhl, Syihabuddin, Ibnu Hajar al-asqolani. Terkenal dengan nama ibnu Hajar Al-Asqolani
Beliau dilahirkan di Mesir pada hari ke dua belas dari bulan Sya'ban tahun 773 H (1372 M) wafat tahun 852 H (1449 M).

Kitab Bulughul-Maram memiliki kandungan-kandungan yang begitu besar dan luas yang penuh dengan landasan dalil-dalil dan hukum-hukum yang berisikan dalil-dalil dan hukum yang di gunakan Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam.

Kitab Bulughul Maram memuat hampir 1600 buah hadits . Di setiap akhir hadits yang dimuat dalam Bulughul Maram, Ibnu Hajar menyebutkan siapa perawi hadits asalnya.

*Metode yang digunakan oleh Ibnu Hajar dalam menyusun kitab ini ialah dengan metode tematis (maudhu’i ) berdasarkan tema-tema fikih, mulai dari Bab Bersuci (Thaharah ) sampai Bab Kompilasi (al-Jami’ ).*

Sumber:
🕌☀ *Cahaya Hidayah* ☀🕌

Thursday, December 1, 2016

Saturday, November 12, 2016

Nasihat Dzu Al Nun Al Mishr

Kehidupan yang fana ini membutuhkan banyak sekali nasihat, agar kehidupan yang kita lalui bisa bermakna dan bermanfaat. Dalam bukunya Imam Al-Ghazali, Majmu'ah Rasa'il yang sudah diterjemahkan ke dalam buku berjudul Jalan Hidup Kaum Sufi oleh Umar Faruq ini membahas tentang banyak sekali nasihat nasihat kehidupan. Kaum sufi adalah suatu kaum yang berprinsip tentang akhirat, dan kehidupannya penuh dengan wara' dan zuhud. 

Salah satu nasihat yang ditampilkan di dalam buku tersebut adalah ketika Imam Al-Ghazali menceritakan tentang seorang guru yang menasihati muridnya. Guru tersebut adalah Dzu Al Nun Al Mishr. 
Nasihatnya berbunyi, "Jika kamu mampu mempersembahkan ruh, maka berangkatlah. Jika tidak mampu, maka jangan sekali-kali menyibukkan diri dengan laku sufi."

Kemudian Imam Al-Ghazali menyampaikan delapan hal yang harus diperhatikan. Empat dari delapan nasihat itu dikerjakan dan empat sisanya ditinggalkan. 
Adapun empat hal yang harus ditinggalkan adalah sebagai berikut:

(1) Jangan bertukar pikiran dengan seseorang tentang suatu masalah yang kamu mampu mengerjakannya, karena dalam hal ini mengandung banyak tanda, di mana dosanya lebih banyak daripada manfaatnya. Mengapa dosanya lebih banyak, karena hal itu menjadi sumber bagi setiap akhlak yang jelek, seperti ria', hasud, sombong, dendam, permusuhan, dan bangga-banggaan. Memang benar, seandainya muncul suatu masalah antara dirimu dengan seseorang atau sekelompok orang, sedangkan kamu bermaksud mempertegas dan memenangkan kebenaran, sehingga kebenaran tidak tersia-sia, maka kamu boleh membahas dan mendiskusikannya. 
Akan tetapi, hal inipun harus memiliki dua tanda:
Pertama, kamu tidak mengubah sikap dan tidak membeda-bedakan antara apakah kebenaran itu muncul dari lidahmu atau teman diskusimu;
Kedua, diskusi di tempat yang sunyi lebih kamu sukai daripada di tempat umum yang ramai.
Imam Al-Ghazali mengingatkan kita, karena di dalamnya banyak sekali manfaat bagi kita.

(2) Ketahuilah, mempertanyakan sesuatu yang sulit sama halnya dengan menyodorkan penyakit hati kepada seorang dokter, dan jawaban untuk pertanyaan itu merupakan salah satu upaya atau terapi menyembuhkan penyakit. Ketahuilah, orang yang bodoh adalah orang yang hatinya sakit, sedangkan seorang ulama yang mengamalkan ilmunya adalah seorang dokter. Ulama yang kurang, terapinya tidak mustajab. Sedangkan ulama yang sempurna, tidak mampu menyembuhkan setiap penyakit, tetapi hanya mampu menyembuhkan penyakit orang yang memang mengharapkan kesembuhan dan kebaikan. Jika penyakitnya sudah kronis atau akut, maka sulit diharapkan kesembuhannya. Dalam hal ini, seorang dokter atau tabib cukup mengatakan,"Ini tidak mungkin disembuhkan," Karena itu, kamu jangan disibukkan dengan mengobatinya karena hanya menyia-nyiakan umur. 


Bersambung ...... 


Sumber : Jalan hidup kaum sufi, Imam Al-Ghazali.

Sunday, November 6, 2016

PAHALA PEKERJAAN DITENTUKAN DARI NIATNYA

Ada sebuah hadits mengatakan
 
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al-Khattab ra., beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”

Tuesday, August 2, 2016

Spirit of Learning


Everyday is a wonderful day, for me or for others. And it each day, i work and live in school as a teacher. I have taught since 2015, and now counted as one year. So many experienced in there. One of the biggest thing is when student felt sad if i'm not teach them. It's so wonderful. I can't imagine if every students in the world are doing like that. I think it will be great.
.
In Islam itself, teach about how important to learning and seeking knowledge. Because learning make us to be a wise person. We can take example from Prophet's life. Our Prophet, Muhammad Saw, always told the servant to cultivate and searching for knowledge in whatever form as long as it's good for us. Allah also say in the Qur'an that :

Read in the name of your Lord Who created. He created man from a clot. Read and your Lord is Most Honorable, Who taught (to write) with the pen. Taught man what he knew not.
(Surah Al Alaq 96:1-5)

And also "It was narrated that Anas bin Mâlik said: The Messenger of Allah said “Seeking knowledge is a duty upon every Muslim”.  
Now we know, that so important it is. And we can more and more love to seeking knowledge. 

Monday, August 1, 2016

Overthinking Gak Bagus Buat Kesehatan



Seri Fallacy : Overthinking


Seri Fallacy : Overthinking

Pada suatu hari, Sherlock Holmes membaca tulisan mengenai dirinya yang ditulis John Watson. Sherlock protes karena pada tulisan tersebut John mempermasalahkan ketidaktahuan Sherlock tentang bumi mengelilingi matahari.
“Begini.” Kata Sherlock menjelaskan. “Otak manusia pada awalnya sama seperti loteng kecil yang kosong, dan kau harus mengisinya dengan perabot yang sesuai dengan pekerjaanmu.
Orang bodoh mengambil semua informasi yang ditemuinya, sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya terjepit di tengah-tengah atau tercampur dengan hal-hal lain. Orang bijak sebaliknya. Dengan hati-hati ia memilih apa yang dimasukkannya ke dalam loteng-otaknya. Ia tidak akan memasukkan apa pun kecuali peralatan yang akan membantunya dalam melakukan pekerjaannya, sebab peralatan ini saja sudah sangat banyak. Semuanya itu diatur rapih dalam loteng-otaknya sehingga ketika diperlukan, ia dapat dengan mudah menemukannya.

Friday, July 8, 2016

#11 Bagaimana Hukum Menyimpan Uang di Bank Konvensional?

Penanya:
H. Tamrin Harahap dan Aziz Harahap, Ketua dan Sekretaris PRM Sibaruang
.
Pertanyaan:
Bagaimana hukumnya menyimpan uang kas Muhammadiyah di bank (BNI)?
.
    Perlu diketahui bahwa pada saat ini BNI ada dua macam, yakni BNI konvensional yang dalam praktik perbankan menggunakan sistem bunga; dan BNI syariah yang dalam praktik perbankannya menggunakan sistem bagi hasil (mudlarabah). Boleh jadi yang saudara tanyakan atau dimaksudkan dalam pertanyaan tersebut adalah BNI konvensional. Terhadap penggunaan bank milik Pemerintah yang konvensional ini, dalam Muktamar Majelis Tarjih 1968 di Sidoarjo Jawa Timur, – dan sampai saat ini belum ada perubahan,- diputuskan: Bunga yang diberikan oleh bank-bank milik negara kepada para nasabahnya atau sebaliknya yang selama ini berlaku, termasuk perkara musytabihat. Kata musytabihat dalam pengertian bahasa ialah perkara (sesuatu) yang tidak jelas. Adapun menurut pengertian Syara’ ialah sebagaimana yang tersimpul dalam Hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Nu’man Ibn Basyir yang kesimpulannya sebagai berikut: Bahwasanya yang halal sudah jelas, demikian pula yang haram, yaitu telah dijelaskan oleh al-Qur’an maupun al-Hadits dengan nash-nash sharihnya. Misalnya, daging kambing halal dimakan dan daging babi haram dimakan. Selain yang telah ditentukan hukumnya dengan jelas itu, terdapat beberapa hal yang hukumnya tidak jelas bagi seseorang atau beberapa orang, apakah itu halal atau haram, sehingga dari mereka timbul ragu-ragu dan tidak dapat menentukan salah satu di antara dua macam hukum itu. Perkara yang masih meragukan dan tidak jelas hukumnya inilah yang disebut musytabihat. 
.
Terhadap hal yang masih musytabihat atau masih diragukan hukumnya, Nabi Muhammad saw telah menganjurkan agar kita berlaku hati-hati dengan menghindari atau menjauhinya demi untuk menjaga kemurnian jiwa dalam pengabdian kita kepada Allah Swt. Hal ini dikecualikan manakala dalam rangka menjaga kemaslahatan kehidupan baik dalam urusan keduniaan maupun urusan keakhiratan tidak ada jalan lain atau nyaris tidak mungkin untuk dihindari, seperti di suatu daerah yang tidak atau belum ada lembaga keuangan seperti bank yang beroperasi dengan menggunakan sistem syariah. Namun pada saat ini lembaga keuangan syariah sudah berdiri di berbagai tempat, seperti BNI juga telah membuka kantor cabang BNI Syariah di berbagai daerah. Selain itu, di berbagai dareah juga telah berdiri Baitul Mal wat Tamwil (BMT). 
.
Dengan memperhatikan keterangan di atas, hendaknya dana milik Muhammadiyah disimpan di lembaga keuangan yang beroperasi dengan menggunakan sistem syariah, misalnya BNI Syariah. Jika demikian, dana milik Muhammadiyah yang telah terlanjur disimpan di BNI konvensional dapat dipindahkan ke BNI Syariah yang terdekat yang telah ada, atau di lembaga keuangan syariah yang lain. Jika memang di daerah saudara belum ada lembaga keuangan syariah, maka tentunya masih dibolehkan menggunakan Bank konvensional milik Pemerintah, mengingat sebuah hadits:
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ [رواه أحمد وابن ماجه].

Artinya: “Tidak boleh membuat kemadlaratan pada diri sendiri dan tidak boleh membuat kemadlaratan pada orang lain.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah].
Dan kaidah ushul fiqh:
الضَّرُوْرَاتُ تُبِيْحُ اْلمَحْضُوْرَاتِ
Artinya: “Kemadlaratan-kemadlaratan itu membolehkan larangan-larangan”
Wallahu a’lam bishshawab. *dw)
 
 
Sumber artikel: http://sangpencerah.com/2013/10/bagaimana-hukum-menyimpan-uang-di-bank.html

Monday, July 4, 2016

Kisah Sukses "Si Lumpuh dan Si Buta"


Pada suatu hari ada seorang lumpuh pergike sebuah warung dengan muka bersedih. Duduklah ia di sebelah orang yang sudah sejak tadi berada disitu. “Saya tidak bisa datang ke pesta Sultan.” keluhnya, karena kakiku yang lumpuh sebelah ini aku tidak bisa berjalan dengan cepat.”

Orang di sebelahnya menganglain.kat kepala dan berkata,”Aku juga diundang ke pesta Sultan. Tetapi keadaanku lebih buruk dari Saudara. Saya Buta, saya tidak dapat melihat jalan meskipun saya diundang.

Orang ketiga yang sejak tadi mendengar percakapan mereka berkata,”Tetapi, kalau saja kalian menyadarinya, kalian berdua mempunyai sarana untuk mencapai tujuan kalian. Yang buta bisa berjalan, yang lumpuh didukung di punggung. Kalian bisa menggunakan kaki si Buta dan Si Lumpuh untuk menunjukkan jalan.”