Showing posts with label Pertanyaan. Show all posts
Showing posts with label Pertanyaan. Show all posts

Saturday, February 13, 2016

#7 Punuk dalam Berkerudung, Bolehkah?

Sumber Gambar
Akhir-akhir ini, hijab semakin digemari para perempuan. Dahulu awalnya belum berkerudung, sekarang sudah rajin memakai kerudung. Dalam Islam memang, setiap perempuan muslim yang sudah baligh WAJIB hukumnya memakai kerudung dan menutup aurat. Di samping perintah Allah, memakai kerudung memiliki banyak sekali manfaat. Namun, tentunya berkerudung pun tidaklah sembarangan. Harus melihat aturannya juga. 
Bagaimana caranya? 
-
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menutup aurat bagi perempuan, diantaranya adalah:
1. Menutup aurat (seluruh anggota badan, kecuali muka dan telapak tangan) (QS. al Ahzab[33]: 59)
2. Bahan yang digunakan tidak pas dibadan/ ketat, tidak boleh transparan, dan bersih
3. Menutupi warna kulit; Batas minimal kain yang digunakan untuk baju dan sebagainya setidaknya dapat menyamarkan warna kulit. Namun alangkah lebih baik jika dapat benar-benar menutupinya. 
-
Salah satu yang menjadi perhatian adalah cara berhijab atau cara berjilbab masyarakat sekarang ini. Masih ditemukan beberapa perempuan yang menampakkan punuknya ketika berjilbab. 
Apakah dalam Islam membolehkan perempuan berjilbab dengan menggunakan punuk?
berikut hukumnya:
-
 Perempuan yang berjilbab dengan berpunuk, Disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dalam Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim dan lainnya bahwasanya mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda”

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,
1.      Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim],
2.      dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.
(HR. Muslim dan yang lain).

Penjelasan Hadits Menurut Para Ulama:
-
Imam An Nawawi dalam Syarh-nya atas kitab Shahih Muslim berkata:
“Hadis ini merupakan salah satu mukjizat Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Apa yang telah beliau kabarkan kini telah terjadi.
Adapun “berpakaian tapi telanjang”, maka ia memiliki beberapa sisi pengertian.
Pertama, artinya adalah mengenakan nikmat-nikmat Allah namun telanjang dari bersyukur kepada-Nya.
Kedua, mengenakan pakaian namun telanjang dari perbuatan baik dan memperhatikan akhirat serta menjaga ketaatan.
Ketiga, yang menyingkap sebagian tubuhnya untuk memperlihatkan keindahannya, mereka itulah wanita yang berpakaian namun telanjang.
Keempat, yang mengenakan pakaian tipis sehingga menampakkan bagian dalamnya, berpakaian namun telanjang dalam satu makna.
-
Sedangkan “maa`ilaatun mumiilaatun”, maka ada yang mengatakan: menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan apa-apa yang seharusnya mereka perbuat, seperti menjaga kemaluan dan sebagainya.
“Mumiilaat” artinya mengajarkan perempuan-perempuan yang lain untuk berbuat seperti yang mereka lakukan.
Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” itu berlenggak-lenggok ketika berjalan, sambil menggoyang-goyangkan pundak.
Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas, yaitu model para pelacur yang telah mereka kenal.
“Mumiilaat” yaitu yang menyisirkan rambut perempuan lain dengan gaya itu.
Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” maksudnya cenderung kepada laki-laki.
“Mumiilaat” yaitu yang menggoda laki-laki dengan perhiasan yang mereka perlihatkan dan sebagainya.
-
Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur. 
-
Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.
Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.
Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.
 -
Maksud dari hadits “kepala mereka seperti punuk onta”, adalah wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga tampak sebuah benjolan di bagian belakang kepala dan tampak dari balik hijabnya .
Ancaman yang sangat keras bagi setiap wanita yang keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan ancaman tidak dapat mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.
-
Apabila telah ada ketetapan dari Allah baik berupa perintah atau pun larangan, maka seorang mukmin tidak perlu berpikir-pikir lagi atau mencari alternatif yang lain. Terima dengan sepenuh hati terhadap apa yang ditetapkan Allah tersebut dalam segala permasalahan hidup.
Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [QS. Al-Ahzab: 36 ]
 Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..”
[Q.S. Al Hujaraat : 15]
-
Kalau kita cermati dengan seksama maka akan jelas sekali bahwa saat ini banyak kaum wanita yang telah melakukan apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dalam hadits tersebut, yaitu memakai jilbab yang dibentuk sehingga mirip punuk onta. Kalau berjilbab seperti ini saja tidak masuk surga, bagaimana pula yang tidak berjilbab?
Inti dari larangan dalam hadits tersebut adalah bertabarruj, yaitu keluar rumah dengan berdandan yang melanggar aturan syari’at dan berjilbab yang tidak benar sebagaimana firman Allah:
“dan hendaklah kamu tetap di rumahmudan janganlah kamu (bertabarruj) berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu“. (QS. Al-Ahzaab: 33).
-
Adapun ketika dirumah dan dihadapan suami, maka para isteri diperbolehkan berdandan dengan cara apa saja yang menarik hati suaminya..
-
Semoga artikel ini bermanfaat..
 -
referensi: 
-Al-Qur'an dan Al-Hadits
-http://www.kajianislam.net/2011/11/beginilah-gambar-perempuan-yang-kepalanya-ibarat-punuk-onta-yang-disebutkan-oleh-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-ala-alihi-wa-sallam-dalam-hadits-shahih-riwayat-imam-muslim-dan-lainnya-bahwasanya-mer/
-http://shofaabdillah.blogspot.com/2014/07/cara-menutup-aurat-sesuai-syariat-islam.html

Friday, November 27, 2015

#6 Bagaimana Balas Dendam menurut Islam?

Sumber Gambar
Balas dendam salah satu penyakit hati setiap manusia. Balas dendam bermula dari rasa marah yang disimpan dalam hati dan biasanya disebabkan oleh kesalahan orang lain. Perasaan ingin membalas dendam dapat merusak hati kita sedikit demi sedikit. Menyimpan rasa dendam, akan mengalami tekanan dan rasa tidak tenang yang berkepanjangan. Itulah mengapa banyak orang yang lebih memilih untuk balas dendam atas rasa sakit yang dialami akibat tidak kuat menahan emosi.



-
Cara baik balas dendam dalam Islam?

Friday, November 6, 2015

Share Laporan PPL (Program Pengalaman Lapangan) semasa KULIAH S-1 Pendidikan Agama Islam

Saat PPL
PPL atau magang bagi mahasiswa adalah kegiatan wajib yang harus dilaksanakan dan termasuk ke dalam SKS yang penting. PPL atau Program Pengalaman Lapangan biasanya diadakan sebelum menjalani proses penyusunan skripsi. Sebagai mahasiswa pendidikan, PPL/magang yang saya lakukan adalah menjadi guru di sebuah sekolah yang ditunjuk kampus. 
 -
Saya mendapat giliran mengajar & magang di Mu'allimat Muhammadiyah Yogyakarta di kelas 8/VIII berarti MTs nya. Masih butuh sekali bimbingan dan pengarahan bagi guru-guru di sana termasuk dalam penyusunan silabus, rpp, dan sebagainya.



Sebagai rasa terima kasih, saya ingin share dokumen-dokumen yang saya gunakan saat PPL dulu. Berikut ada Silabus Kelas VIII, RPP Kelas VIII, dan Materi yang saya ajarkan. Selamat mengunduh. Download ini GRATIS!

1. Lembar Observasi GPL (Guru Pengamat)
2. Silabus Akidah SMP Kelas VIII
3. RPP AKIDAH 1
4. RPP AKIDAH 2
5. RPP AKIDAH 3
6. RPP AKIDAH 4
7. RPP AKIDAH 5
8. Lembar Presensi Siswi
9. Laporan Kegiatan Mengajar Mahasiswa PPL
10. Materi: Bukti Adanya Allah
11. Materi: Hal-Hal yang Membatalkan Tauhid

Jangan lupa tinggalkan komentar ya, setelah mendownload ini
Terima Kasih

---Selamat Berusaha---






Tuesday, September 22, 2015

#3 kenapa di Q.S. At Taubah tidak menggunakan Basmalah?


Hal ini dijawab oleh Syaikh DR Yusuf Qardhawi sbb:

Ada sejumlah pendapat ulama mengenai hal tersebut. Pendapat yang paling kuat diantara yang lain adalah pendapat Ali bin Abu Thalib ra. Beliau menjelaskan,"Bismillahirrahmanirrahiim adalah suatu kedamaian, sedangkan surat At-Taubah diturunkan tanpa kedamaian."


Maksudnya, Q.S At taubah diturunkan dengan menyatakan Pemutusan Ikatan dan perjanjian antara kaum muslimin dan kaum musyrikin kecuali beberapa perjanjian yang menyebutkan batas waktu tertentu. Itupun dengan syarat tidak dikhianati dan tidak dirusak oleh kaum musyrikin.



Basmalah yang mendahului 113 surat dalam Al-Qur'an senantiasa disertai dua sifat Allah; ar rahman dan ar rahim. Kalimat ini merupakan jaminan kedamaian dan ketentraman bagi setiap orang.

Ar Rahman : sifat pengasih Allah yang memberikan nikmat di dunia kepada seluruh manusia tanpa memandang agama.

Ar Rahim : sifat Allah yang memberikan kasih sayang di akhirat nanti khusus bagi kaum muslimin. 


Maka dari itu, tidak disertakan dalam At Taubah yang lebih banyak memerintahkan umat islam agar memerangi kaum musyrikin yang telah melanggar perjanjian dan mengkhianat umat Islam.



Disarikan dari fatwa Syaikh Dr Yusuf Qardhawi dalam fatwa Mu'ashirah (Fatwa2 Kontemporer)

Tuesday, September 1, 2015

#2 Bagaimana Adab Membaca Al-Qur'an yang baik


    Membaca kalamullah atau Al Qur'an harus melihat beberapa adab. Disini penulis akan membahas mengenai beberapa adab penting yang perlu diperhatikan dalam membaca Al-Qur'an:

  1. Hendaklah yang membaca al-Quran berniat IKHLAS, mengharap ridha Allah, bukan berniat ingin cari dunia atau pujian
  2. Disunnahkan membaca al-Quran dalam keadaan mulut yang bersih. Bau mulut tersebut bisa dibersihkan dengan siwak atau bahan semisalnya
  3. Disunnahkan membaca al-Quran dalam keadaan suci. Namun, jika membacanya dalam keadaan berhadats dibolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama.

  4. Catatan : ini berkaitan dengan masalah MEMBACA, namun

Saturday, August 1, 2015

#1 Hukum Menahan Kentut dalam Shalat

    Bolehkah kita dalam keadaan masih solat, kita menahan kentut sampai akhir shalat?

    Jawaban:

    Ada sebuah hadits dari Aisyah ra., ia berkata bahwa ia mendengar Rasululla SAW bersabda:
    "Laa sholaata bikhadroti littho'aami walaa wahuwa yudaa fi'uhul akhhbatsaani"
    Artinya: Tidak sah shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula ketika ada shalat bagi yang menahan akhbatsan(kencing/bab) (HR. Muslim No 560)

    Ulama  yang berpendapat bahwa khusyu' termasuk kewajiban dalam sholat, maka maksud dari kata "Laa" dalam hadits tersebut menunjukkan tidak sahnya sholat dengan menahan kencing.
    Ulama yang berpendapat bahwa khusyu' termasuk